TUHAN, BERKATILAH SAUDARA/SAUDARI YANG MEMBACA/BUKA BLOG INI ^^

Kamis, 17 November 2011

Pengkhotbah 11:1-5: “akan menuai walau ditengah badai”

Author : |

Pengkhotbah 11:1 “Lemparkanlah rotimu ke air, maka engkau akan mendapatnya kembali lama setelah itu”.

Apakah ayat ini tidak keliru..? Yang pasti tuh roti bakalan hancur lebur berantakan dan tidak akan kembali…! Mana bisa roti yang dilempar ke air akan kita dapatkan kembali lama setelah berada disana…?! mungkin kalau roti-rotian dari karet, bukan roti dari adonan tepung.

Jamieson-Fausset-Brown Bible Commentary mengaitkan hal ini dengan kebiasaan orang yang melemparkan benih dari perahu ke aliran sungai Nil yang sedang meruah (overflowing). Atau kebiasaan mereka menabur benih ke tanah yang berair (rawa). Jika airnya menyusut maka akan tumbuh gandum-gandum dari tanah tersebut. Pada akhir komentar mereka mencatat bahwa pemberian kita kepada orang lain yang tak berpengharapan akan terbukti bukan merupakan suatu kesia-siaan.

Alkitab memang tidak keliru. Dalam ayat ini ada sesuatu yang sedang disampaikan Roh Kudus bagi kita orang yang percaya untuk dipahami.

Roti merupakan makanan pokok, berkat atau sesuatu yang berharga dalam kehidupan kita (waktu, talenta, uang, tubuh), yang juga bisa bermanfaat bagi banyak orang.

Roti merupakan Firman Allah (Manna) (Mat.4:4; Deut.8:3; Maz.119:103; Isa 55:10; Keluaran.16).

Dalam Mark.14:22 waktu Yesus pecahkan roti Dia katakan: “Inilah TubuhKu”.

Di Mat. 15:26, Tuhan Yesus katakan bahwa roti diperuntukkan bagi “anak-anak”.

Eccl 11:1 adalah roti yang dikhususkan bagi kita orang percaya (anak-anak kerajaan), bukan untuk orang dunia. Orang dunia akan bingung baca ayat tersebut tanpa pengertian yang benar. Bagi kita ayat diatas merupakan suatu kenyataan dari pengharapan serta keajaiban yang kita alami sepanjang kehidupan kita bersama Tuhan. Nothing impossible for God.

Ayat ini ada yang mengelompokkannya kedalam bab mengenai saran atau nasehat terhadap ketidak-pastian dari kehidupan. Ayat 1, adalah ayat yang mengandung janji Tuhan dan pengharapan kita yang tidak akan pernah dikecewakan. Juga merupakan suatu kepastian dari janji dan jaminan Tuhan bagi orang percaya, anak-anakNya.

Kita memiliki janji bahwa setiap hal yang difirmankan oleh Tuhan cepat atau lambat pasti akan terpenuhi. Terkadang ada sebagian dari janji-janji tersebut seperti roti yang kita lemparkan ke air, sepertinya mustahil akan terealisir, sia-sia. Tapi janganlah sampai kita kehilangan iman karena penantian tersebut, karena Tuhan sudah menggaransi bahwa Dia akan menepatinya.

Orang yang tidak percaya tidak akan mungkin melemparkan “roti” mereka pada hal-hal yang tidak memberikan kepastian. Jangankan memberi, dalam berinvestasi saja mereka akan perhitungkan benar-benar untung rugi dan waktu dari realisasinya. Tapi bagi kita orang percaya, hal yang berharga termasuk waktu, talenta, pelayanan pribadi, dan berkat kita, akan kita prioritaskan untuk pekerjaan Tuhan yang seringkali nampak tidak ada, atau tidak jelas return of ivestmentnya. Tapi suatu kali kelak pasti roti itu akan kita terima kembali, ini adalah suatu kepastian. Ayat diatas tidak tertulis “…mungkin engkau akan mendapatkannya kembali….” tapi “…maka engkau akan mendapatkannya kembali…”. Jadi jangan takut untuk terus melakukan investasi dalam pekerjaan Tuhan. Sumber yang kita berikan bagi pekerjaan Tuhan akan menghasilkan jiwa-jiwa dikemudian hari yang berdampak sampai pada kekekalan.

Pada ayat selanjutnya (Eccl.11:2) kita diarahkan lebih jelas untuk memberikan atau menyalurkan bagian berkat kita kepada Tujuh (angka sempurna) dan Delapan (angka kebangkitan). Kita sebagai umat tebusan harus menyalurkan investasi (pemberian/pelayanan diri) kita kepada pemberitaan injil Yesus Kristus yang sempurna, yang merupakan satu-satunya jalan yang menjanjikan kebangkitan dalam kemuliaan bagi orang yang percaya. Prioritas kita orang percaya adalah pekerjaan pemberitaan injil Tuhan Yesus Kristus, at any cost. Dasar dari pemberian/pelayanan dan investasi kita adalah pemberitaan injil, bukan supaya orang lain senang, supaya disayang gembala, dll tapi untuk pemberitaan injil Tuhan.

Eccl.11:3 memastikan bahwa dalam posisi apapun dan dimanapun kita berada, disitulah berkat dan tuaian dari Tuhan akan menjadi bagian kita. Dimana saja selalu ada kesempatan, dan berkat Tuhan tidak akan pernah terbatas/terhalang oleh situasi dan kondisi sekitar. Seringkali tempat /lokasi/posisi menjadi alasan kita akan janji Tuhan yang tertunda. Kita akan berusaha mencari lokasi dan posisi baru untuk merealisasikan nya. Padahal Tuhan dapat memberkati kita dimanapun dan apapun keadaan kita. Roh Kudus katakan diayat 3, tidak masalah pohon akan jatuh kemana saja … ditempatnya tumbang, disanalah ia akan tergeletak. Tuhan dapat bekerja dalam segala situasi, percaya dan terimalah kenyataan ini.

Eccl.11:4 mengingatkan kita untuk tidak melihat pada situasi sekeliling terlebih yang negatif dan merupakan penghalang yang menghambat pertumbuhan iman. Kita harus tetap menabur tanpa memperhatikan keadan angin dan terus mengharapkan tuaian tanpa memperdulikaan awan yang mungkin gelap menakutkan.

Apa iya dalam segala situasi yang tidak menjanjikan tersebut, dibawah awan gelap gulita menakutkan yang sebentar lagi badai akan datang menghancurkan segalanya, kita masih bisa menuai…? jangan panik…! jangan menjadi lemah dan goyah…!

Eccl.11:5 menjelaskan hal itu bahwa percuma saja kita coba mencari tahu jalan Tuhan atau mau coba membuat formula pekerjaan Roh yang luarbiasa. Tuhan adalah Mahakuasa dan Tuhan dari segala kemustahilan..! (Mat.19:26). Jangan coba ingin tahu dan memperkirakan bagaimana jalan Tuhan mengembalikan roti kita dari air setelah berhari-hari terapung atau tenggelam disana. Yang pasti kita akan terima kembali roti yang utuh..segar..baru dan berlipat sesuai kebutuhan kita tanpa disertai ketamakan dan keserakahan.

Pengkhotbah yang berhikmat menulis; “Seperti halnya kita tidak tahu bagaimana tulang-tulang bisa terbentuk dari sperma didalam kandungan wanita, kita tidak tahu juga cara Tuhan menolong dan memberkati kita. Percaya saja padaNya tanpa perdulikan segala situasi sekitar kita..just believe in Him..! Dia Bapa yang baik dan tahu setiap keperluan anak-anaknya. Oleh sebab itu kalau anda setuju, bagi orang percaya, kita akan tetap menuai ditengah badai..!

Apapun tuaian yang sedang anda harapkan, percayalah cepat atau lambat itu pasti terjadi oleh karena Tuhan. Kalau anda sedang berdoa buat keluarga dan jiwa-jiwa yang belum selamat, inipun masuk dalam agenda Tuhan bagi tuaian kita.

Hidup dengan Tuhan adalah hidup yang berpengharapan. Keajaiban dan berbagai kemustahilan kita alami disepanjang jalan ini. Raja Salomo dengan hikmat dan pengalaman kehidupannya melalui urapan Roh Kudus menulis buku ini pada masa-masa terakhir dari pemerintahannya (935 BC). Dia telah banyak menyaksikan dan mengalami keajaiban hidup bersama Tuhan. Kitab ini berfokus pada masalah kesia-siaan dalam kehidupan manusia seperti yang dicatat pada Eccl.1:2, “Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia. Segala sesuatu yang dicapai manusia didunia ini baik hikmat dan kekayaan merupakan kesia-siaan belaka, kecuali jika disertai takut, taat dan hormat akan Tuhan.

Pengkhotbah memberikan jawaban atas pertanyaan sulit tentang apakah arti dari kehidupan ini..? Bagi si materialistis obyek kehidupan mereka adalah kelimpahan harta benda dan keberhasilan cita-cita duniawi diluar Tuhan. Si Sensualis akan mengartikan kehidupan atas pencapaian kepuasan fisik (seks, makan-minum, petualangan, kegairahan lainnya). Bagi kaum intelektual mereka mencari arti kehidupan melalui penemuan intelektual, hikmat dunia, dlsb. Semua ini adalah kesia-sian dari kesia-siaan.

Hidup manusia sangat singkat, penghakiman akan datang, dan Allah adalah Mahakuasa. Kesimpulan dari kitab ini terdapat pada Eccl.12:13 “Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang. Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat”.

Firman adalah seperti Air (Efesus 5:26; Yohanes 15:3; 17:17; Mazmur 119:5,9). Air juga merupakan bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa (Rev.17:15).

Lemparkanlah rotimu ke air maka engkau akan mendapatkannya kembali…! Pasti…! Bawalah Firman Allah, kenalkan Yesus bagi bangsa-bangsa maka Firman itu tidak akan kembali dengan sia-sia tapi akan menghasilkan keselamatan bagi banyak orang.

Serahkan dirimu sepenuhnya dipimpin oleh firman dan kerjakan segala sesuatu seturut firman Tuhan maka pengharapan sudah menanti dimasa yang akan datang. Amin.


Sumber :www.gpdiworld.us

Tidak ada komentar:

SELAMAT DATANG. AYO BELAJAR FIRMAN TUHAN AGAR BERTUMBUH ROHANI KITA

SKALI2 BACA BAGIAN HUMOR AGAR MENYEGARKAN TUBUH KITA

WELCOME! ,PLEASE SHARE THIS BLOG TO YOUR FRIENDS

Cari Topik

Google

KATA-KATA BIJAK UNTUK YG INGIN SUSKES DI DUNIA KERJA

Iman tanpa perbuatan adalah mati


dari Bible

BELANJA ONLINE

Humor

PEMAKSAAN
Dikirimkan oleh Team i-Humor pada Sen, 11/29/1999 - 17:00.
Amin masuk ke sebuah restoran bersama anjing kecilnya. Pegawai restoran berkata, "Maaf Pak, tidak boleh membawa binatang ke sini." Amin menolak dan berkata, "Ini anjing bukan sembarang anjing lho ... dia ini istimewa .... Dia bisa bermain piano!"
"Oke! Kalau Anda bisa membuktikan kehebatannya, anjing Anda boleh tetap berada di dalam restoran ini dan dapat minum gratis!"
Amin membawa anjingnya duduk di kursi piano. Anjing kecil itu langsung beraksi memainkan lagu-lagu Mozart, Ragtime, dan lain-lain. Pegawai restoran dan pengunjung sangat menikmati permainannya.
Tiba-tiba seekor anjing besar masuk ke restoran itu dan menggigit leher anjing kecil itu sambil diseret ke luar dari restoran. Pegawai restoran yang bingung bertanya kepada Amin, "Apa yang terjadi?"
Dengan tenang Amin menjawab, "Ohhh, itu Ibunya. Dia ingin anaknya itu menjadi dokter gigi!"
Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. (1Petrus 5:2)
Sumber: Buffalosjokes