TUHAN, BERKATILAH SAUDARA/SAUDARI YANG MEMBACA/BUKA BLOG INI ^^

Kamis, 30 September 2010

Cara Hidup

"Bagaimana semuanya bisa kotor secepat ini?" gerutu saya sembari membersihkan kaca meja. "Padahal baru sebulan yang lalu saya membersihkannya."

"Pembersihan adalah sebuah cara hidup, bukanlah suatu peristiwa," jawab suami saya.

Saya tahu perkataannya benar, tetapi saya benci mengakuinya. Saya ingin membersihkan rumah kami satu kali saja dan ingin agar rumah tetap bersih. Tetapi rupanya kotoran tidak mudah menyerah begitu saja. Butir demi butir debu membuat rumah menjadi kotor kembali. Sedikit demi sedikit, noda pun bertumpuk.

Dosa bagaikan debu dan noda di rumah saya. Saya ingin memusnahkannya dengan sekali berdoa untuk mengakui dosa dan bertobat. Tetapi dosa tidak menyerah semudah itu. Perilaku buruk kembali merasuki pikiran demi pikiran saya. Pilihan demi pilihan yang kita ambil menghasilkan tumpukan berbagai konsekuensi yang tidak menyenangkan.

Rasul Paulus memerintahkan jemaat di Kolose untuk membuang "marah, geram, kejahatan, fitnah, dan kata-kata kotor" (Kolose 3:8). Lalu ia mengingatkan jemaat di Efesus, "Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu" (Efesus 4:26).

Kematian dan kebangkitan Kristus menghilangkan kewajiban untuk mempersembahkan korban setiap hari. Tetapi pengakuan dosa dan pertobatan masih diperlukan dalam kehidupan orang kristiani setiap hari. Menyingkirkan hal-hal seperti amarah, kegeraman, dan kejahatan adalah cara hidup, bukan peristiwa yang hanya terjadi satu kali --Julie Ackerman Link

PENGHAPUS TERBAIK DI DUNIA
ADALAH PENGAKUAN JUJUR DI HADAPAN ALLAH

Sumber : www.sabda.org

Serahkan Hidup Anda Pada Sang Maestro


Di depan gerbang sebuah jembatan di salah satu kota Eropa, duduklah seorang peminta-minta yang buta. Untuk mencari nafkahnya, ia setiap hari duduk di situ sambil memainkan biolanya yang sudah usang. Di depannya terletak sebuah kaleng kosong dan dia mengharapkan belas kasihan dari orang-orang yang lalu lalang di depannya, dan melalui permainan biolanya, orang-orang akan memberinya sedikit uang. Demikianlah pengemis miskin ini melakukan kebiasaannya setiap hari.

Pada suatu hari, seorang yang berpakaian sedikit rapi dan berjubah panjang, datang menghampiri pengemis tadi dan meminta agar pengemis itu meminjamkan biola usangnya. Tentu saja dengan sigap pengemis itu menolak dan berkata, "Tidak!! Ini adalah hartaku yang paling mahal!!". Pendatang ini tidak putus asa, dan terus membujuk si pengemis agar mau meminjamkannya biola tersebut hanya untuk sebuah lagu. Akhirnya muncul rasa kepercayaan pada pengemis buta itu, dan dengan perlahan ia memberikan biola tuanya kepada pendatang tersebut.

Pendatang tersebut mengambil biola tua itu dan mulai memainkan sebuah lagu dengan begitu merdu. Suara biola yang begitu halus di tangan si pendatang membuat orang yang lalu lalang berhenti dan mereka mulai berkeliling mengelilingi si pendatang dan pengemis tersebut. Begitu merdunya lagu dan bagusnya permainan biola si pendatang tersebut membuat semua orang terdiam, dan si pengemis buta ternganga tanpa dapat berkata-kata. Kaleng yang tadinya kosong kini telah penuh dengan uang, dan lagu demi lagu telah dimainkan oleh si pendatang tersebut. Akhirnya ia pun harus mengakhiri permainannya, dan sambil mengucapkan terima kasih, ia mengembalikan biola tersebut kepada si pengemis. Si pengemis sambil berurai air mata, dan dengan gemetar bertanya: "Siapakah anda orang budiman?". Si pendatang tersenyum dan dengan perlahan menyebutkan namanya, "Paganini".

Semua orang terdiam. Seorang maestro biola yang bernama Paganini, telah memberikan banyak berkat kepada sang pengemis yang telah memberikan harta kesayangannya untuk dipergunakan oleh sang maestro, betapa menakjubkan!

Ada sebuah jaminan berkat bagi siapa saja yang mau menyerahkan tenaganya, hartanya, talentanya, kepada sang 'Maestro' kita yaitu Yesus Kristus.

Sumber : Enli, CloveS Community

Kamis, 16 September 2010

BAN SEREP

Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk semua orang kudus (Efesus 6:18)


Diana adalah wanita karier. Setiap hari hidupnya lekat dengan setir kemudi. Ia biasa menyetir sendiri mobil sedannya ke mana-mana. Suatu hari ban mobilnya bocor di jalan tol. Segera ia menelepon teman untuk minta bantuan. "Di mobilmu pasti ada ban serep, " seru temannya, "Tahukah kamu cara memasangnya?" Diana menjawab: "Jangankan memasangnya, di mana letak ban serep itu saja aku tidak tahu!" Ban serep memang jarang diperhatikan. Ia baru diingat dan dicari saat kondisi sedang darurat.

Sama halnya dengan doa. Orang sering memandang doa sebagai ban serep. Mereka tekun berdoa saat hidup sudah terasa tidak karuan. Begitu jalan hidup kembali lapang, doa pun menghilang. Sikap ini bertentangan dengan pandangan Rasul Paulus. Ia memandang doa sebagai "senjata Allah". Doa harus terus dikenakan agar orang beriman dapat bertahan dalam godaan. Ia harus dinaikkan "setiap waktu" (ayat 18). Kata "waktu" di sini memakai istilah kairos yang berarti kesempatan. Jadi, berdoalah pada setiap kesempatan yang muncul. Berdoa setiap waktu bukan berarti 24 jam kita harus melipat tangan dan menutup mata, melainkan terus hidup dalam kontak batin dengan Tuhan. Menyadari kehadiran-Nya. Doa harus dijadikan setir kemudi. Sesuatu yang utama, penting, dan mengendalikan sepak terjang kita. Dengan hidup dalam suasana doa, Tuhan bisa memimpin kita berkata dan bertindak sesuai kehendak-Nya. Kita bisa terus sehati sepikir dengan-Nya (ayat 19, 20).

Cobalah periksa kehidupan doa Anda akhir-akhir ini. Bagi Anda, apakah doa menjadi sekadar ban serep, atau menjadi setir kemudi yang mengendalikan arah hidup Anda? --JTI

BERDOA SETIAP WAKTU

MENGHINDARKAN KITA DARI MASALAH YANG TIDAK PERLU

Sumber : www.sabda.org

Senin, 13 September 2010

Inilah Alasan Mengapa Anda Harus Membicarakan Orang Lain

Bagi sebagian besar wanita di dunia, membicarakan orang lain adalah hal yang seru. Walaupun tidak semua sependapat dengan ini, tetapi harus diakui para kaum Hawa lah yang suka untuk membahas hal-hal yang mereka lihat, alami, atau rasakan kepada sesamanya. Lalu bagaimana dengan pria? apakah kaum adam tidak pernah “merumpi”? jawabannya tentu saja ada, hanya saja jumlah tidak sebanyak wanita.

Berkaitan dengan kebiasaan membicarakan orang lain, ada sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Wake Forest University yang perlu Anda ketahui. Dalam kesimpulan penelitian mereka, para peneliti ini menyatakan cara kita memandang orang lain akan bercerita banyak tentang diri kita, termasuk karakteristik yang baik dan buruk. “Persepsi kita terhadap orang lain akan mengungkap kepribadian kita,” demikian ungkap Dustin Wood, PhD, asisten profesor psikologi di Wake Forest University.

Melihat orang lain dengan positif, ujar Wood, akan memperlihatkan sifat positif kita. Sebaliknya, kata-kata negatif yang kita lontarkan tentang orang lain, terkait dengan sifat narsisisme, perilaku anti sosial, atau bahkan neuroticsim atau orang berkarakter labil.

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology juga menemukan, seberapa positif kita melihat seseorang akan menunjukkan seberapa besar pula tingkat kepuasan kita dalam menjalani hidup, dan seberapa banyak kita dicintai oleh orang lain. Sebaliknya, persepsi negatif pada orang lain terkait dengan tingginya tingkat narsisme dan sifat anti sosial. “Kecenderungan untuk melihat orang lain secara negatif, mengindikasikan kita mengalami tekanan atau masalah dengan kepribadian,” pungkas Wood.

Karena pandangan-pandangan negatif akan menuntun kita untuk mengalami beberapa masalah dalam kepribadian, maka temuan ini ingin mengajak kita semua untuk bisa melihat orang lain dari sisi yang lebih positif. Yang ujungnya akan mampu meredam segala sifat-sifat ‘jahat’ yang kita miliki.

Sebelum mengeluarkan hasil penelitian ini, tim riset dari Wake Forest University mengambil sampel sejumlah mahasiswa yang ada di kampus mereka. Para sukarelawan tersebut diminta menilai karakteristik positif dan negatif dari mahasiswa lain yang mereka kenal. Para peneliti menemukan fakta, mahasiswa yang memiliki kecenderungan menggambarkan orang lain secara positif, akan menjadi indikator untuk menunjukkan sifat-sifat positif yang para sukarelawan miliki.

Jadi, masih mau membicarakan membicarakan hal yang buruk-buruk tentang orang lain? Demi kebaikan Anda sendiri, pikirkanlah hal itu kembali.

Source : Kompas.com

Kamis, 09 September 2010

Alarm Doa

Mazmur 122:7-8
Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan sentosa di dalam purimu! Oleh karena saudara-saudaraku dan teman-temanku aku hendak mengucapkan: "Semoga kesejahteraan ada di dalammu!"


Ketika alarm berbunyi ketika Anda sedang tidur, apa yang akan Anda lakukan? Anda akan terbangun dan bersiap untuk menghadapi hari itu. Ketika kita mendengar tentang suatu kejadian yang terjadi di suatu tempat, kabar itu bagaikan alarm bagi kita. Sudah saatnya kita sebagai tentara Allah bangkit dan bersiap untuk berperang secara rohani.

Menyambut peringatan serangan teroris terhadap gedung WTC pada 11 September 2001, saya teringat momen-momen tragedi ini sembilan tahun yang lalu. Sehari sebelum kejadian, saya terbangun di malam hari dengan perasaan takut yang tak dapat saya mengerti. Ada sebuah kekuatan besar yang membangunkan saya dan memaksa saya untuk berdoa. Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi dan saya sungguh-sungguh tidak mengerti apa yang harus saya doakan.

Tapi perasaan itu begitu menekan saya. Yang dapat saya rasakan hanyalah sepertinya langit sedang rusuh saat itu. Dan kegemparan besar sedang terjadi sampai akhirnya saya hanya bisa memanggil nama Yesus dan berdoa untuk sesuatu yang tak dapat saya pahami secara persis.

Dan keesokan harinya saya tahu apa yang terjadi ketika semua channel televisi menayangkan serangan teroris atas gedung WTC. Saya langsung menangis dan berlutut karena sekarang saya tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi ketika saya dibangunkan dan ‘dipaksa’ untuk berdoa tadi malam. Tragedi kemanusiaan dan pembantaian massal sedang dipertontonkan di hadapan mata saya.

Terkadang Tuhan dapat membangunkan seseorang di malam hari dan ‘memintanya’ untuk berdoa. Kita tidak dapat mengabaikan panggilan doa itu ketika Roh Kudus berbicara melalui roh kita. Kita tidak dapat mengabaikan kebutuhan ‘seseorang’ di luar sana agar campur tangan ilahi boleh terjadi di dalam kehidupannya.

Saya tidak tahu apa dampak dari doa saya di malam itu tapi Tuhan tahu. Doa mengubah sesuatu. Seolah-olah suatu dinding yang besar sedang disiapkan agar musuh tidak bisa masuk. Doa adalah perisai. Doa adalah senjata melawan kekuatan jahat. Senjata untuk melawan musuh terbesar kita adalah doa. Mari kita mengangkat suara kita ke surga dan berdoa agar setiap orang yang kita doakan dapat melihat keselamatan yang dari Tuhan.

Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Sumber : Jawaban.Com

Kamis, 02 September 2010

Anak Anjing Spesial


Seorang petani mempunyai beberapa anak anjing yang ia harus jual. Ia pun membuat brosur iklan mengenai 4 anak anjing tersebut. Setelah itu, ia pun mulai menyebarkan iklan tersebut ke sejumlah wilayah dengan cara memakunya ke pohon-pohon besar. Saat ia hendak menancapkan brosur iklan terakhir, seorang anak kecil menghampirinya dari belakang. "Tuan," katanya, "Saya ingin membeli salah satu anak anjing Anda."

"Yah," kata si petani, sambil mengusap keringat dari tengkuknya, "anak anjing ini datang dari induk yang baik dan harganya sangat mahal."

Anak itu menjatuhkan kepalanya sejenak. Kemudian menjangkau jauh ke dalam sakunya. Pada saat tangan kanannya keluar, sejumlah uang ada dalam genggamannya. Uang tersebut diberikan ke petani. "Saya punya tiga puluh sembilan sen. Apakah itu cukup untuk melihatnya?"

"Tentu," kata si petani. Ia pun mengajak si anak kecil berjalan dengannya ke rumah. Sesampainya di halaman depan rumah, sang petani ini pun bersiul memanggil salah satu anak anjingnya. "Sini, Dolly!" ucapnya. Anak anjing yang dipanggil pemiliknya itu pun keluar.

Dengan langkah terpatah-patah, Dolly si anak anjing pun mendatangi sang petani. Anak kecil ini begitu senang dengan kehadiran Dolly. Dengan riangnya ia pun mengelus bulu anak anjing tersebut. Tak lama kemudian, petani itu pun meminta sang anak kecil mengembalikan anjing tersebut karena waktu untuk melihat dan bermain sudah habis.

Pada saat Dolly dilepas dan kembali bermain dengan 3 anak anjingnya yang lain, anak kecil ini pun menyatakan kepada si petani ingin memiliki salah anjing miliknya."Saya ingin satu," kata anak kecil, menunjuk Dolly. Petani itu berlutut di samping anak itu dan berkata, "Nak, kamu tidak akan ingin anak anjing itu. Ia tidak akan pernah bisa berlari dan bermain seperti anjing lainnya." Anak kecil itu pun tersenyum dan mulai menggulungkan salah satu celananya. Betapa kagetnya sang petani karena salah satu kaki anak tersebut dipasangkan penyangga kaki.

"Anda lihat Pak, saya sendiri juga tidak berjalan terlalu baik, dan anjing lucu tersebut sepertinya membutuhkan seseorang yang mengerti akan keadaan dirinya" ujar anak kecil tersebut. Dengan penuh air mata, petani pun membungkukkan badannya. Tangannya terlihat mengambil seekor anak anjing yang tadi ia panggil. Dengan hati-hati ia pun menyerahkan Dolly kepada anak kecil tersebut. "Berapa?" tanya anak kecil itu. "Gratis," jawab petani, "Tidak ada biaya untuk yang namanya kasih."

“Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.” (I Petrus 1:22).

Sumber : christianlifestories
Sumber : www.jawaban.com
SELAMAT DATANG. AYO BELAJAR FIRMAN TUHAN AGAR BERTUMBUH ROHANI KITA

SKALI2 BACA BAGIAN HUMOR AGAR MENYEGARKAN TUBUH KITA

WELCOME! ,PLEASE SHARE THIS BLOG TO YOUR FRIENDS

Cari Topik

Google

KATA-KATA BIJAK UNTUK YG INGIN SUSKES DI DUNIA KERJA

Iman tanpa perbuatan adalah mati


dari Bible

BELANJA ONLINE

Humor

PEMAKSAAN
Dikirimkan oleh Team i-Humor pada Sen, 11/29/1999 - 17:00.
Amin masuk ke sebuah restoran bersama anjing kecilnya. Pegawai restoran berkata, "Maaf Pak, tidak boleh membawa binatang ke sini." Amin menolak dan berkata, "Ini anjing bukan sembarang anjing lho ... dia ini istimewa .... Dia bisa bermain piano!"
"Oke! Kalau Anda bisa membuktikan kehebatannya, anjing Anda boleh tetap berada di dalam restoran ini dan dapat minum gratis!"
Amin membawa anjingnya duduk di kursi piano. Anjing kecil itu langsung beraksi memainkan lagu-lagu Mozart, Ragtime, dan lain-lain. Pegawai restoran dan pengunjung sangat menikmati permainannya.
Tiba-tiba seekor anjing besar masuk ke restoran itu dan menggigit leher anjing kecil itu sambil diseret ke luar dari restoran. Pegawai restoran yang bingung bertanya kepada Amin, "Apa yang terjadi?"
Dengan tenang Amin menjawab, "Ohhh, itu Ibunya. Dia ingin anaknya itu menjadi dokter gigi!"
Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. (1Petrus 5:2)
Sumber: Buffalosjokes