Sabtu, 10 September 2011

Hidup dalam Mujizat Allah

Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: "Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!" Maka berhentilah matahari dan bulanpun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh. Belum pernah ada hari seperti itu, baik dahulu maupun kemudian, bahwa TUHAN mendengarkan permohonan seorang manusia secara demikian, sebab yang berperang untuk orang Israel ialah TUHAN. Yosua 10:12-14
    Ketika Yosua dan bangsa Israel berperang melawan musuh, peperangan belum selesai tetapi musuh masih banyak, dan Yosua berkata-kata kepada Tuhan supaya matahari dan bulan berhenti bergerak, supaya hari diperpanjang sehingga mereka dapat menyelesaikan peperangan. Tuhan mengabulkan permintaan Yosua, matahari dan bulan berhenti dan tidak bergerak, hal ini terjadi karena Tuhan menyertai Yosua.

    Tuhan berkata pada Yosua maju berperang, Tuhan yang akan ganti berperang bagi mereka, Tuhan yang akan menyerahkan musuh ke tangan Yosua, sehingga tak ada seorang pun yang tahan menghadapi Yosua (Yos. 1:2-5).

    Tuhan menyertai Yosua sebab ia adalah orang yang berkenan di hadapan Tuhan. Tuhan selalu menyertai apa yang Yosua lakukan, hidupnya penuh dengan mujizat yang dikerjakan oleh Tuhan. Yosua selalu bertindak bukan dengan akal namun dengan iman dan meminta pertolongan Tuhan untuk menyelesaikan setiap pekerjaannya.

Beberapa syarat untuk hidup dalam mujizat Tuhan:
1. Hidup Kudus

    Dalam Yos. 3:5-6, Yosua berkata pada bangsanya untuk menguduskan diri, sebab besok TUHAN akan melakukan perbuatan yang ajaib di anatara bangsa Israel. Kita harus menguduskan diri kita supaya perbuatan Allah yang ajaib dinyatakan dalam hidup kita. Kita di panggil untuk hidup kudus (1Kor. 1:2).

    Sebab Allah kita adalah Allah yang kudus, dan Allah ingin tinggal di tengah-tengah umatNya untuk menyatakan mujizatNya. Karena itu kita harus kudus supaya Allah tinggal dan hadirat Tuhan turun dalam kehidupan kita.

2. Menjalin Hubungan Dengan Tuhan

    Yosua memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Tuhan, ia seperti sabahat dengan Tuhan. Yosua selalu mencari Tuhan, saat Musa berhadapan dengan Tuhan, Yosua tetap tinggal di dalam kemah sembayang karena ia ingin selalu dekat dengan Tuhan (Kel. 33:11). Yosua memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Tuhan sehingga apa yang ia minta Tuhan kabulkan.

    Dalam Yoh. 15:14-16 tertulis Tuhan memilih kita, kita akan menjadi sahabat Tuhan jika kita melakukan kehendakNya, dan Tuhan rindu kita menjadi sahabatNya, dan menghasilkan buah dan supaya apa yang kita minta kepada Bapa dikabulkan.

3. Tekun Dalam Iman

    Apapun yang terjadi, Yosua memilih untuk tetap beribadah kepada Tuhan (Yos. 24:15). Tuhan ingin kita menjadi anak-anakNya yang setia, bertekun dalam ibadah kita pada Tuhan (2Ptr. 1:5-6).    Untuk memiliki ketekunan dibutuhkan kesabaran, dan kesabaran adalah kemauan untuk bertekun dalam proses waktu. Waktu berjalan dengan lambat sedangkan kemauan cepat, karena itu kita harus bersabar dalam proses yang Tuhan ijinkan.

    Kita harus bersabar sebab kita memiliki pengharapan di dalam Tuhan, kita pasti sampai di tempat tujuan, karena itu kita harus bertekun dalam iman. Pada saatnya kita akan melihat Janji Tuhan akan digenapi dalam hidup kita, amin. (ME)  


Sumber : www.gpdilembahdieng.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar