Lalu
Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori
itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: "Matahari,
berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!"
Maka berhentilah matahari dan bulanpun tidak bergerak, sampai bangsa
itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah
tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah
langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh. Belum pernah
ada hari seperti itu, baik dahulu maupun kemudian, bahwa TUHAN
mendengarkan permohonan seorang manusia secara demikian, sebab yang
berperang untuk orang Israel ialah TUHAN. Yosua 10:12-14
Ketika Yosua dan bangsa Israel berperang melawan musuh, peperangan
belum selesai tetapi musuh masih banyak, dan Yosua berkata-kata kepada
Tuhan supaya matahari dan bulan berhenti bergerak, supaya hari
diperpanjang sehingga mereka dapat menyelesaikan peperangan. Tuhan
mengabulkan permintaan Yosua, matahari dan bulan berhenti dan tidak
bergerak, hal ini terjadi karena Tuhan menyertai Yosua.
Tuhan berkata pada Yosua maju berperang, Tuhan yang akan ganti
berperang bagi mereka, Tuhan yang akan menyerahkan musuh ke tangan
Yosua, sehingga tak ada seorang pun yang tahan menghadapi Yosua (Yos.
1:2-5).
Tuhan menyertai Yosua sebab ia adalah orang yang berkenan di
hadapan Tuhan. Tuhan selalu menyertai apa yang Yosua lakukan, hidupnya
penuh dengan mujizat yang dikerjakan oleh Tuhan. Yosua selalu bertindak
bukan dengan akal namun dengan iman dan meminta pertolongan Tuhan untuk
menyelesaikan setiap pekerjaannya.
Beberapa syarat untuk hidup dalam mujizat Tuhan:
1. Hidup Kudus
Dalam Yos. 3:5-6, Yosua berkata pada bangsanya untuk menguduskan
diri, sebab besok TUHAN akan melakukan perbuatan yang ajaib di anatara
bangsa Israel. Kita harus menguduskan diri kita supaya perbuatan Allah
yang ajaib dinyatakan dalam hidup kita. Kita di panggil untuk hidup
kudus (1Kor. 1:2).
Sebab Allah kita adalah Allah yang kudus, dan Allah ingin tinggal
di tengah-tengah umatNya untuk menyatakan mujizatNya. Karena itu kita
harus kudus supaya Allah tinggal dan hadirat Tuhan turun dalam
kehidupan kita.
2. Menjalin Hubungan Dengan Tuhan
Yosua memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Tuhan, ia seperti
sabahat dengan Tuhan. Yosua selalu mencari Tuhan, saat Musa berhadapan
dengan Tuhan, Yosua tetap tinggal di dalam kemah sembayang karena ia
ingin selalu dekat dengan Tuhan (Kel. 33:11). Yosua memiliki hubungan
yang sangat dekat dengan Tuhan sehingga apa yang ia minta Tuhan
kabulkan.
Dalam Yoh. 15:14-16 tertulis Tuhan memilih kita, kita akan menjadi
sahabat Tuhan jika kita melakukan kehendakNya, dan Tuhan rindu kita
menjadi sahabatNya, dan menghasilkan buah dan supaya apa yang kita
minta kepada Bapa dikabulkan.
3. Tekun Dalam Iman
Apapun yang terjadi, Yosua memilih untuk tetap beribadah kepada
Tuhan (Yos. 24:15). Tuhan ingin kita menjadi anak-anakNya yang setia,
bertekun dalam ibadah kita pada Tuhan (2Ptr. 1:5-6). Untuk memiliki
ketekunan dibutuhkan kesabaran, dan kesabaran adalah kemauan untuk
bertekun dalam proses waktu. Waktu berjalan dengan lambat sedangkan
kemauan cepat, karena itu kita harus bersabar dalam proses yang Tuhan
ijinkan.
Kita harus bersabar sebab kita memiliki pengharapan di dalam Tuhan,
kita pasti sampai di tempat tujuan, karena itu kita harus bertekun
dalam iman. Pada saatnya kita akan melihat Janji Tuhan akan digenapi
dalam hidup kita, amin. (ME)
Sumber : www.gpdilembahdieng.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar