Jumat, 30 September 2011

Humor : Kucing


Enam tahun yang lalu, seorang pria membeli seekor anak kucing dan
mencoba untuk mengajari anak kucing tersebut berbicara. Setiap hari
selama enam tahun pria tersebut mengajari kucingnya agar dapat membaca
huruf, angka dan merangkai kata.

Dari hari ke hari dia selalu berkata kepada kucingnya: "Ayo tirulah
kalimatku ...." kemudian dia menyebutkan satu kata atau kalimat dan
berharap kucing tersebut dapat meniru apa yang dikatakanya. Tetapi
yang dapat dilakukan kucingnya hanya menatap mata 'gurunya' dalam-
dalam, yang entah karena alasan apa tidak pernah frustasi dan menyerah
mengajarkan kucingnya berbicara.

Dan setelah enam tahun berlalu, terjadilah keajaiban, kucing tersebut
berbicara kepada 'gurunya', "Hei, AWASSSS ... , rantai besi itu akan
jatuh ke kepalamu."

Mendengar kucingnya berbicara, pria tersebut terkejut dan spontan
menatap kucingnya, sehingga dia tidak dapat menghindari rantai besi
yang jatuh dengan sukses di atas kepalanya.

Kucingnya menggelengkan kepala dan berkata, "Lihatlah, selama enam
tahun dia berusaha mati-matian mengajariku berbicara; setelah enam
tahun aku akhirnya memutuskan untuk berbicara, ehhh ... dia malah
tidak mau mendengarkan perkataanku."

---------------------------------------------------------------------
"Aku telah melihat segala perbuatan yang dilakukan orang di bawah
matahari, tetapi lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan
usaha menjaring angin." (Pengkhotbah 2:14)
Sumber : www.sabda.org/sabdaweb
---------------------------------------------------------------------
Sumber: buffalosjokes.com

Kamis, 29 September 2011

Mujizat Pertama


Yohanes 2:11
Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.
 


Mukjizat pertama Yesus adalah mengubah air menjadi anggur. Apa yang Yesus mulai tidak selesai; Pekerjaan-Nya yang ajaib ini tidak pernah berubah: "Yesus Kristus tetap sama kemarin, hari ini dan sampai selama-lamanya" (Ibrani 13:8).
Mukjizat terakhir tidak berakhir di rasul terakhir yang disebutkan dalam Alkitab. Ini benar adanya karena selama Allah mengasihi manusia dan janji-Nya tidak berubah, hal-hal yang ajaib akan senantiasa ada.
Dalam Markus 16:15-20, Yesus menegaskan bahwa mukjizat bukanlah hadiah khusus untuk beberapa, tetapi bagi semua orang percaya. Jika ada yang mengklaim bahwa mukjizat telah berakhir maka orang atau orang-orang tersebut menyangkal kekuatan doa. Karena ketika Allah mendengar dan menjawab doa Anda, itu adalah sebuah mukjizat.
Anda mungkin merasa bahwa hari ini Anda tidak memerlukan keajaiban. Namun dengarkan hal ini baik-baik, kita semua yang hidup membutuhkan mukjizat setiap hari. Setiap napas adalah sebuah mukjizat. Setiap tindakan kebaikan adalah sebuah mukjizat. Setiap kali Anda memaafkan dan menerima pengampunan, itu sebuah mukjizat. Setiap doa adalah sebuah mukjizat. Mukjizat adalah tanda-tanda yang menunjuk kepada Allah. Harapkan mukjizat Allah dalam setiap saat kehidupan Anda.
Ketika Anda berdoa hari ini, harapkan Allah mendengar dan menjawabnya. Kesembuhan Anda adalah hari ini. Pembebasan Anda adalah hari ini. Tanda-tanda dan mukjizat yang terjadi dalam hidup Anda adalah hari ini! (Daily Breakthrough / Rod Parsley)

Setiap orang percaya pasti mengalami mukjizat Allah di dalam kehidupannya.

Sumber : www.jawaban.com

Sabtu, 10 September 2011

Hidup dalam Mujizat Allah

Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: "Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!" Maka berhentilah matahari dan bulanpun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh. Belum pernah ada hari seperti itu, baik dahulu maupun kemudian, bahwa TUHAN mendengarkan permohonan seorang manusia secara demikian, sebab yang berperang untuk orang Israel ialah TUHAN. Yosua 10:12-14
    Ketika Yosua dan bangsa Israel berperang melawan musuh, peperangan belum selesai tetapi musuh masih banyak, dan Yosua berkata-kata kepada Tuhan supaya matahari dan bulan berhenti bergerak, supaya hari diperpanjang sehingga mereka dapat menyelesaikan peperangan. Tuhan mengabulkan permintaan Yosua, matahari dan bulan berhenti dan tidak bergerak, hal ini terjadi karena Tuhan menyertai Yosua.

    Tuhan berkata pada Yosua maju berperang, Tuhan yang akan ganti berperang bagi mereka, Tuhan yang akan menyerahkan musuh ke tangan Yosua, sehingga tak ada seorang pun yang tahan menghadapi Yosua (Yos. 1:2-5).

    Tuhan menyertai Yosua sebab ia adalah orang yang berkenan di hadapan Tuhan. Tuhan selalu menyertai apa yang Yosua lakukan, hidupnya penuh dengan mujizat yang dikerjakan oleh Tuhan. Yosua selalu bertindak bukan dengan akal namun dengan iman dan meminta pertolongan Tuhan untuk menyelesaikan setiap pekerjaannya.

Beberapa syarat untuk hidup dalam mujizat Tuhan:
1. Hidup Kudus

    Dalam Yos. 3:5-6, Yosua berkata pada bangsanya untuk menguduskan diri, sebab besok TUHAN akan melakukan perbuatan yang ajaib di anatara bangsa Israel. Kita harus menguduskan diri kita supaya perbuatan Allah yang ajaib dinyatakan dalam hidup kita. Kita di panggil untuk hidup kudus (1Kor. 1:2).

    Sebab Allah kita adalah Allah yang kudus, dan Allah ingin tinggal di tengah-tengah umatNya untuk menyatakan mujizatNya. Karena itu kita harus kudus supaya Allah tinggal dan hadirat Tuhan turun dalam kehidupan kita.

2. Menjalin Hubungan Dengan Tuhan

    Yosua memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Tuhan, ia seperti sabahat dengan Tuhan. Yosua selalu mencari Tuhan, saat Musa berhadapan dengan Tuhan, Yosua tetap tinggal di dalam kemah sembayang karena ia ingin selalu dekat dengan Tuhan (Kel. 33:11). Yosua memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Tuhan sehingga apa yang ia minta Tuhan kabulkan.

    Dalam Yoh. 15:14-16 tertulis Tuhan memilih kita, kita akan menjadi sahabat Tuhan jika kita melakukan kehendakNya, dan Tuhan rindu kita menjadi sahabatNya, dan menghasilkan buah dan supaya apa yang kita minta kepada Bapa dikabulkan.

3. Tekun Dalam Iman

    Apapun yang terjadi, Yosua memilih untuk tetap beribadah kepada Tuhan (Yos. 24:15). Tuhan ingin kita menjadi anak-anakNya yang setia, bertekun dalam ibadah kita pada Tuhan (2Ptr. 1:5-6).    Untuk memiliki ketekunan dibutuhkan kesabaran, dan kesabaran adalah kemauan untuk bertekun dalam proses waktu. Waktu berjalan dengan lambat sedangkan kemauan cepat, karena itu kita harus bersabar dalam proses yang Tuhan ijinkan.

    Kita harus bersabar sebab kita memiliki pengharapan di dalam Tuhan, kita pasti sampai di tempat tujuan, karena itu kita harus bertekun dalam iman. Pada saatnya kita akan melihat Janji Tuhan akan digenapi dalam hidup kita, amin. (ME)  


Sumber : www.gpdilembahdieng.com