TUHAN, BERKATILAH SAUDARA/SAUDARI YANG MEMBACA/BUKA BLOG INI ^^

Kamis, 26 Desember 2013

Renungan Harian Onine : Akil baliq Rohani

Galatia 4:1
"Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikitpun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu;"

Kata akil balig artinya sudah dewasa. Alkitab menyatakan bahwa seseorang yang belum dewasa belum pantas menerima warisan. Namun setelah ia mengalami akil balig, maka hak ahli waris dapat diterimanya.
Akil balig yang dimaksudkan oleh ayat nas di atas adalah akil balig rohani atau kedewasaan rohani. Inilah sasaran kehidupan orang percaya yaitu mencapai kedewasaan rohani seperti tertulis: "...sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus," (Efesus 4:13).
Secara fisik setiap orang mengalami pertumbuhan, mulai dari balita, anak-anak, remaja, pemuda dan kemudian menjadi dewasa. Semakin bertambah usia seseorang bertambah kuat pula fisik atau jasmaninya, tapi tidak menjamin bahwa kerohaniannya juga bertambah kuat.
Seseorang yang dewasa rohani (akil balig secara rohani) pasti akan mengalami mujizat dari Tuhan dan menikmati penggenapan janji-janjiNya dalam hidupnya, dan untuk bisa bertumbuh dewasa kita tak lepas dari tuntunan Roh Kudus karena tubuh kita adalah bait Roh Kudus, karena itu tunduklah pada pimpinan Roh Kudus.

Hanya orang yang sudah mengalami 'akil balig' lah yang semakin dipercaya oleh Tuhan dalam segala hal dan menjadi ahli warisNya!

Sumber : air hidup


Sabtu, 21 Desember 2013

Renungan Harian Online : Tinggal dalam hadirat Allah dan berbuah

"Ah, kiranya aku seperti dalam bulan-bulan yang silam, seperti pada hari-hari, ketika Allah melindungi aku, ketika pelita-Nya bersinar di atas kepalaku, dan di bawah terang-Nya aku berjalan dalam gelap; seperti ketika aku mengalami masa remajaku, ketika Allah bergaul karib dengan aku di dalam kemahku;" (Ayub 29:2-4)
Tinggal dalam hadirat Tuhan adalah bagian yang sangat penting di dalam hidup kita setiap hari. Di dalam hadirat Tuhan kita mengalami aliran hidup yang dari Tuhan menjadi kekuatan kita dalam melakukan kehendak-Nya. Kemenangan kita dalam menghadapi tantangan kita raih di dalam hadirat-Nya. Dan orang yang tinggal dalam hadirat Tuhan dengan benar akan menghasilkan buah Roh Kudus dari hidupnya. Ayub adalah contoh yang patut kita tiru sebagai orang yang diam dalam hadirat-Nya dan menghasilkan buah yang manis bagi orang yang ada di sekitarnya.
Ayub adalah seorang yang membangun keintiman dengan Tuhan. Dia tinggal dalam hadirat Tuhan. Kehadiran Allah dan terang-Nya yang menaungi hidup Ayub sangat nyata. Sebelum Ayub mengalami penderitaan akibat serangan iblis, dia hidup dalam keintiman dengan Allah. Ayub ada di bawah naungan hadirat Tuhan, dalam terang dan hikmat-Nya, hidup dengan mengenakan pikiran yang selaras dengan pikiran Allah. Hidupnya dibangun dan dirawat dalam pola yang sedemikian mengingini Tuhan dan mengalami pengalaman nyata bersama Tuhan.
Pada masa-masa itu naungan hadirat Allah atas Ayub sangat dirasakan orang lain. Kehidupannya adalah seperti pohon yang akarnya tembus sampai dalam, yang mencapai air kehidupan yang melimpah. Rantingnya dinaungi embun surgawi yang menghadirkan kesejukan dan kesuburan, sehingga buahnya lebat.
"Akarku mencapai air, dan embun bermalam di atas ranting-rantingku. Kemuliaanku selalu baru padaku, dan busurku kuat kembali di tanganku." (Ayub 29:19-20)

Sumber : www.jawaban.com

Rabu, 11 Desember 2013

Renungan Harian Online : Aman Dalam Lindungan Allah

"Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.” Mazmur 91:4
Mazmur 91 merupakan janji perlindungan Tuhan untuk setiap orang yang percaya kepadaNya.
Dalam kondisi bangsa ini yang tidak menentu, kejahatan dimana-mana, bencana alam yang terjadi, ledakan bom yang selalu mengancam, kerusuhan yang bisa terjadi kapan saja, tidak perlu menjadi hal-hal yang ditakutkan.
Karena janji Tuhan sungguh nyata : „Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau…“, bagai seekor induk ayam yang selalu menudungi anak-anaknya dengan sayapnya, demikian juga Tuhan kita selalu menudungi kita dari segala macam bahaya.
Bagaimana caranya agar dapat tetap aman dalam lindungan Allah?
      1. HATI YANG MELEKAT KEPADA ALLAH
“Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya,, sebab ia mengenal nama-Ku.” Maz 91:14
Hiduplah intim dengan Allah. Tingkatkan persekutuan pribadi kita dengan Allah.
Dia akan meluputkan kita dari segala macam bahaya. Bahkan bahaya yang tidak kelihatanpun akan dijauhkan dari kita, “…Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung…” Maz 91:3
Kenalilah Allahmu, maka perlindungan Tuhan akan nyata kepadamu siang dan malam, Maz 91:5-6.
2. BERSERU KEPADA TUHAN
“Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.” Maz 91:15
Tuhan ingin kita menyampaikan segala isi hati kita kepadaNya.
“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” Fil 4:6
Jangan pernah merasa sungkan ataupun ragu-ragu untuk berseru kepada Tuhan, maka Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk menjagai dan melindungi kita, Maz 91:11-12.
Tidak ada perlindungan yang lebih sempurna dibandingkan dengan perlindungan yang dari Tuhan.
Jangan andalkan kekuatan manusia ataupun kekuatan diri sendiri, tetapi andalkanlah Tuhan di atas segalanya, Yer 17:5-8. Maka perlindungan Tuhan akan selalu nyata di dalam setiap langkah hidup kita.
Tingkatkan persekutuan pribadi kita dengan Allah. Nyatakan segala keinginan kita dalam doa dan permohonan.

Sumber : www.pelitahidup.com

Minggu, 01 Desember 2013

Renungan Harian Online : Bintang di Jendela

Pada masa Perang Dunia I, keluarga-keluarga yang mengirim putranya untuk berperang akan memasang sebuah tanda bintang di salah satu jendela rumah mereka. Seorang kakek sedang berjalan-jalan dengan cucunya ketika sang cucu menanyakan apa arti tanda bintang di jendela. Setelah dijelaskan, sang cucu pun tersebut dan bertepuk tangan setiap kali menjumpai sebuah rumah dengan tanda bintang di jendela. Beberapa saat kemudian, si cucu tiba-tiba menunjuk ke langit dan menuding sebuah bintang besar. "Kek, lihat! Allah juga mengirimkan Putra-Nya, ya?"
Pemberian Allah yang terbesar telah direncanakan dengan sempurna. Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, Allah sudah membuat sebuah rancangan luar biasa agar manusia dilepaskan dari hukuman atas dosanya itu (Kejadian 3:15). Dan, tidak ada pemberian lain yang cukup untuk menebus manusia-manusia itu, kecuali Sang Putra sendiri. Inilah inisiatif Allah. "Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita" (I Yohanes 4:10).
Natal mengusung sebuah pengingat bahwa Allah sungguh-sungguh mewujudkan rancangan besar-Nya, dengan menghadirkan bayi Yesus ke dunia. Tak ada omong besar. Yang ada hanya inisiatif kasih kepada kita, manusia. Dia memberikan milik-Nya yang terbesar. Maka, jika begitu besar kasih Allah kepada kita, apakah respon kita? "Jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah juga kita saling mengasihi" (I Yohanes 4:11). Pertanyaannya sekarang, adakah kita sungguh-sungguh berdamai dengan semua orang? Jawaban untuk hal ini hanya kita dan Tuhan lah yang tahu – AW

Kelahiran Kristus berawal dari ide pendamaian; maka masih layakkah kita tak berdamai dengan saudara dan orang-orang sekitar kita?

Sumber :www.jawaban.com
SELAMAT DATANG. AYO BELAJAR FIRMAN TUHAN AGAR BERTUMBUH ROHANI KITA

SKALI2 BACA BAGIAN HUMOR AGAR MENYEGARKAN TUBUH KITA

WELCOME! ,PLEASE SHARE THIS BLOG TO YOUR FRIENDS

Cari Topik

Google

KATA-KATA BIJAK UNTUK YG INGIN SUSKES DI DUNIA KERJA

Iman tanpa perbuatan adalah mati


dari Bible

BELANJA ONLINE

Humor

PEMAKSAAN
Dikirimkan oleh Team i-Humor pada Sen, 11/29/1999 - 17:00.
Amin masuk ke sebuah restoran bersama anjing kecilnya. Pegawai restoran berkata, "Maaf Pak, tidak boleh membawa binatang ke sini." Amin menolak dan berkata, "Ini anjing bukan sembarang anjing lho ... dia ini istimewa .... Dia bisa bermain piano!"
"Oke! Kalau Anda bisa membuktikan kehebatannya, anjing Anda boleh tetap berada di dalam restoran ini dan dapat minum gratis!"
Amin membawa anjingnya duduk di kursi piano. Anjing kecil itu langsung beraksi memainkan lagu-lagu Mozart, Ragtime, dan lain-lain. Pegawai restoran dan pengunjung sangat menikmati permainannya.
Tiba-tiba seekor anjing besar masuk ke restoran itu dan menggigit leher anjing kecil itu sambil diseret ke luar dari restoran. Pegawai restoran yang bingung bertanya kepada Amin, "Apa yang terjadi?"
Dengan tenang Amin menjawab, "Ohhh, itu Ibunya. Dia ingin anaknya itu menjadi dokter gigi!"
Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. (1Petrus 5:2)
Sumber: Buffalosjokes