Jumat, 19 April 2013

Melewati Ujian Untuk Menang


Kolose 4:5
Hiduplah dengan penuh hikmat, pergunakanlah waktu yang ada


Sebelum meraih sebuah kemenangan, tentunya banyak ujian-ujian yang harus dihadapi. Banyak tantangan-tantangan yang harus dilewati.
Seorang musisi perlu latihan selama bertahun-tahun untuk menjadi seorang musisi yang sangat terkenal dan diakui oleh banyak orang. Seorang pilot harus berlatih untuk menerbangkan pesawat dalam waktu lama sebelum dia benar-benar mampu untuk menjalankan pesawat. Seorang murid, agar dapat lulus, harus menempuh tahap dan waktu belajar yang cukup lama.
Kita harus bisa berkorban dan disiplin waktu agar dapat menjadi hamba Tuhan yang setia. Apabila kita setia pada perkara-perkara kecil, maka Tuhan akan mempercayakan kepada kita perkara-perkara yang besar.
Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Kita bisa memenangkan semua pertandingan yang ada, asal kita mempunyai keyakinan, niat dan usaha. Jauhkan pikiran-pikiran negatif yang dapat membuat Anda merasa putus asa. Percayalah bahwa Tuhan tidak pernah memberikan penderitaan yang melebihi kekuatan kita.

Ujian akan membawa Anda kepada kaki-Nya. Tetaplah di sana, maka pengharapan itu sungguh ada.

Sumber : www.jawaban.com

Sabtu, 06 April 2013

Melakukan Yang Benar



Lukas 19:8
Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."




Hari itu merupakan hari yang tepat untuk mengobral barang-barang dari rumah kami, suatu hari yang cerah dan sejuk. Orang berdatangan untuk melihat-lihat beragam pakaian, buku, dan barang pecah-belah. Saya memperhatikan seorang wanita sedang mengagumi seuntai kalung manik-manik putih. Beberapa menit kemudian, kalung itu hilang bersama wanita tersebut. Saya melihatnya di jalan, lalu berlari untuk mengejarnya, dan menemukan perhiasan itu ada dalam genggaman wanita tersebut. Ketika kami berpapasan dan tahu apa yang telah terjadi, wanita tersebut secara sukarela membayar barang yang dicurinya itu.

Zakheus, si pemungut cukai yang naik ke atas pohon, bertemu dengan Yesus dan diubahkan. Ia berjanji untuk membayar kembali empat kali lipat jumlah uang yang ia peras dari orang lain (Luk. 19:8). Pada masa itu, para pemungut cukai sering menarik uang pajak dari para penduduk lebih dari yang sepantasnya dan menyimpan sendiri kelebihan uangnya. Tekad Zakheus untuk membayar kembali dan menyumbangkan sebagian dari miliknya kepada fakir miskin menunjukkan suatu perubahan hati yang luar biasa. Sebelumnya ia adalah seorang perampas, tetapi setelah bertemu Yesus ia bertekad untuk mengembalikan rampasannya dan menjadi seorang pemberi.

Teladan Zakheus dapat mengilhami kita untuk melakukan perubahan yang sama. Ketika Allah mengingatkan kita tentang hal-hal yang kita rampas, pajak yang belum dibayar, atau tindakan lain yang melukai sesama, kita dapat menghormati-Nya dengan cara melakukan yang benar. —JBS


Tak ada kata terlambat bagi orang jujur untuk membayar utang yang belum dibayar.

Sumber : www.jawaban.com